Menapaki Kaki Burangrang

Profil Desa · Berdiri 1909 · Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat

Tentang Desa Cipada

Berdiri sejak 1909 di ketinggian 1.300 mdpl: 1.205,29 hektare wilayah, empat dusun, dan 9.872 jiwa yang tumbuh bersama Gunung Burangrang — tanahnya vulkanik, airnya berlimpah, dan nilai-nilainya diwarisi turun-temurun.

Data Pokok Desa

Identitas Desa Cipada

Gambaran singkat wilayah dan kependudukan Desa Cipada sebagaimana tercatat dalam profil desa.

1909
Tahun Pembentukan
1.205,29 ha
Luas Wilayah
0
Dusun
0
Jiwa Penduduk
0
Kepala Keluarga

Sumber: Profil Desa Cipada · Pemerintah Desa Cipada

Papan identitas KKN Tematik Universitas Nurtanio Bandung 2026 Kelompok 7 di Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat
Desa Cipada Kec. Cisarua · Kab. Bandung Barat ± 1.300 mdpl

Tentang Desa

Desa di Bawah Naungan Gunung

Desa Cipada terletak di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut. Wilayahnya membentang seluas 1.205,29 hektare dan terbagi ke dalam empat dusun. Udara sejuk 18–24 °C menyelimuti kampung sepanjang hari, sementara tanah vulkanik yang subur menopang kebun, sawah, dan ladang warga.

Di sebelah timur, Gunung Burangrang menjulang 2.056 mdpl — sisa tubuh Gunung Sunda purba. Gunung itu bukan sekadar pemandangan: ia sumber tanah, sumber air, dan sumber cerita. Sebagian besar warga hidup sebagai petani, peternak domba, dan pelaku UMKM yang mengolah hasil bumi lereng.

Secara administratif, Desa Cipada tercatat terbentuk pada tahun 1909. Lebih dari satu abad kemudian, desa ini menjadi rumah bagi 9.872 jiwa yang terhimpun dalam 3.498 kepala keluarga — angka yang terus bergerak seiring tumbuhnya permukiman di lereng.

“Gunung tidak pernah meminta apa pun. Ia hanya memberi — tanah, air, dan kesabaran. Tugas kami meneruskannya kepada anak cucu.” Kearifan warga lereng Burangrang
Lihat data wilayah & kependudukan

Landasan Nilai

Empat Pilar Kehidupan Warga

Setiap program yang kami rancang berpijak pada nilai yang sudah hidup lebih dulu di Cipada.

sauyunan

Sa'uyunan

Seiya sekata. Warga bergerak serempak dalam satu tujuan — dari kerja bakti jalan kampung hingga menyiapkan festival wisata.

gotong royong

Gotong Royong

Beban dibagi, hasil dinikmati bersama. Panen, membangun saung, hingga menjaga mata air dikerjakan bersama-sama.

ngamumule alam

Pelestarian Alam

Gunung memberi tanah dan air; manusia menjaganya. Terasering mengikuti garis kontur, bambu ditanam menahan erosi.

kearifan lokal

Kearifan Lokal

Rumput odot, pakan ternak yang diwariskan turun-temurun, kini diolah dengan sentuhan ilmu pertanian modern oleh generasi muda seperti Wildan — mahasiswa sekaligus peternak asal Cipada yang memadukan pengetahuan leluhur dengan riset terkini.

Profil Wilayah

Geografi & Potensi

Karakter Desa Cipada ditentukan oleh ketinggian. Setiap zona memberi hasil bumi yang berbeda, dan setiap perbedaan itu menjadi kekuatan.

Administrasi & Wilayah

Wilayah pemerintahan desa di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Tahun pembentukan
1909
Luas wilayah
1.205,29 Ha
Struktur kewilayahan
4 dusun
Ketinggian permukiman
± 1.300 mdpl

Geografi & Iklim

Dataran tinggi di lereng barat Gunung Burangrang dengan tanah vulkanik subur.

Suhu harian
18–24 °C
Puncak terdekat
Burangrang 2.056 mdpl
Jenis tanah
Andosol & Latosol
Sumber air
Mata air lereng

Kependudukan

Warga desa hidup dari pertanian, peternakan domba, dan usaha kecil rumahan.

Jumlah penduduk
9.872 jiwa
Kepala keluarga
3.498 KK
Mata pencaharian utama
Pertanian & peternakan
UMKM binaan KKN
15 UMKM

Wisata Alam

Tiga destinasi aktif dengan rating tinggi dari pengunjung.

Bukit Senyum
1.450 mdpl · 4,9
Saung AA Cipada
1.380 mdpl · 4,7
Danau Walini
1.420 mdpl · 4,8
Jalur trekking
± 6,5 km

Hasil Bumi

Komoditas utama menurut zona ketinggian lereng.

1.300 mdpl
Singkong, ketan, sayur
1.400 mdpl
Madu, bambu, kebun campur
1.600 mdpl
Kopi arabika naungan
Sepanjang tahun
Mata air & hutan pinus

Dalam Angka

Potensi Cipada Hari Ini

0
UMKM Binaan
0
Destinasi Wisata
0
Program Pengabdian
0 m
Puncak Burangrang

Jejak Burangrang

Sebelum ada nama, ada api. Sebelum ada desa, ada tanah yang dilahirkan oleh letusan puluhan ribu tahun lalu.

Burangrang adalah sisa tubuh Gunung Sunda purba yang runtuh dan membentuk kaldera raksasa. Abu vulkaniknya melapuk menjadi Andosol — tanah gelap yang gembur dan murah hati. Dari tanah itulah kopi, singkong, dan madu Desa Cipada lahir.

Baca Tujuh Babak Sejarah

Garis Waktu

Jejak Burangrang

Tujuh babak perjalanan: dari letusan gunung api tua, berdirinya Desa Cipada pada 1909, hingga kehadiran KKN Tematik 2026.

Kenali Potensi Desa Cipada

Dari usaha warga di dapur rumahan, destinasi wisata di punggungan lereng, hingga program kerja KKN Tematik 2026 — semuanya berpijak pada tanah dan air yang sama.